Ajaran Islam menginginkan agar umatnya memiliki keindahan lahir dan
batin. Keindahan lahir artinya keindahan fisik yang nampak dan selalu
dilihat orang lain. Penampilan yang menarik dan memikat sehingga orang
tidak jemu memandangnya, sebenarnya sudah diberikan tuntunannya dalam
Islam.
Firman Allah:
| surah / surat : Al-A'raf Ayat : 31 | |
| yaa banii aadama khudzuu ziinatakum 'inda kulli masjidin wakuluu waisyrabuu walaa tusrifuu innahu laa yuhibbu almusrifiina | |
| 31. Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid [534], makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan [535]. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. |
Perintah untuk menggunakan pakaian yang bagus ketika pergi ke mesjid,
secara tersirat bahwa pada waktu kita akan melakukan suatu perbuatan
untuk mencari diridoi Allah, hendaklah berpenampilan bagus. Bagus di
sini tentu harus proporsional. Ada pakaian yang bagus untuk ke mesjid,
ada yang bagus untuk ke pasar, ada yang bagus buat ke undangan, ke
tempat kerja dan sebagainya. Pada prinsipnya pakaian itu adalah menutup
aurat. Kalau prinsip ini hilang maka akan hilang pula keindahannya
menurut ajaran Islam. Tentu lain lagi menurut ukuran hawa nafsu.
Islam tidak melarang berhias dan memakai perhiasan, tapi jangan
berlebihan. Kadar berlebihannya, tentu kita bisa mengukur dan cukup
memahami.
Rosulullah pernah berabda: "Sesungguhnya
Allah SWT itu Mahaindah, menykai keindahan (Riwayat Muslim)
Yang tidak kalah penting adalah keindahan akhlak sebagai pancaran dari
kebersihan hati. Dalam pergaulan dengan sesama manusia, kita akan
mendapat penilaian orang berdasarkan perilaku kita. Kejelekan tubuh
kita, bisa kita tutupi dengan pakaian yang bagus, tapi kejelekan akhlak
atau budi pekerti akan langsung dilihat dan dinilai orang. Sanksinya
juga akan langsung kita terima, mungkin berupa pengucilan diri kita
karena orang lain tidak senang kepada perilaku kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar