setiap makhluk yang bernywa pasti akan mengalami yang namanya kematian
kalau kita berbicara tentang kematian pasti kita akan beranggapan '' tenang masih jauh kitakan masih muda'' padahal yang namanya kematian bisa datang kapan saja dan tidak bisa di prediksi oleh manusia dan oleh alat canggih yang dibuat oleh manusia sendiri...
terlintas dalam fikiran bagaimanasih rasanya kematian itu sakit gk yaaaaaaaaaaa,, hehehe
Al-Imam al- harits al-mahsibi dalam kitabnya ''al-ri'ayahli huqq Allah meriwayatkan : Sesungguhnya Allah pernah bertanya kepada nabi Ibrahim a. s : Wahai kekesihku, bagaimana engkau mendapati kematian?'' Nabi Ibrahim menjawab : saya mendapati kematiam sebagaimana daging terpanggang yang diletakan dalam bulu wol yang basah kemdian ditarik" Allah berfirman ''sesungguhnya kami sungguh telah memudahkan proses pencabutan ruh itu atas kamu wahai ibrahim''.
Diriwayatkan bahwa ketika ruh nabi musa telah sampai kepada Allah, Allah bertanya kepadanya : wahai musa bagai mana engkau mendapati kematian?'' Nabi Musa menjawab : Saya mendapati diriku seperti burung hidup yang digoreng dalam penggorengan, tidak bisa mati, lalu istirahat, namun tidak dapat selamat, dan kemudian terbang''. Syahir bin Husib berkata: suatu ketika Rasulullah ditanya tentang sakitnya proses kematian, maka beliaupun bersabda : sesungguhnya mati yang paling mudah adalah seperti halnya duri yang ada dalam bulu wol. maka adakah duri itu dapat keluar dari bulu wol melainkan bersama-sama dengan bulu wol itu juga..
dari al-kisah diatas dapat kita bayangkan betapa sakitnya proses kematian itu, seorang utusan Allah yang jelas-jelas tunduk dan patuh dengan perintah allah saja masih mengalami sakitnya proses kematian apalagi kita.
semua manusia pasti mempunyai dosa dan setiap dosa pasti ada ada konsekwensinya tinggal bagaimana kita menyikapi dan meminimalisir dosa dosa kita yang sudah kita lakukan. (bertaubat dengan sepenuh hati)
Taubat yu..................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar