Dongeng dikit:
Pagi hari, waktu sudah menunjukkan pukul 6 pagi.
Tak seperti biasanya, Andi belum keluar dari kamarnya. Ibunya sudah bolak-balik
mengingatkannya dari depan pintu kamar agar Andi bergegas keluar dan bersiap
berangkat ke sekolah. Namun, jawabannya cuma satu dan selalu sama, “Iya.”
Sementara di dalam kamar, Andi hanya tiduran di tempat tidur dan memegang hp
warna biru lautnya. Status di fesbuk-nya, “Males banget, bête mau ke
sekolah.”
Padahal,Andi tahu betul, kalau dia tidak
berangkat sekolah hari itu, maka ia akan mendapatkan “semprotan” dari ibunya
yang rada galak sekaligus melewatkan kesempatan untuk dapat mengikuti seleksi
peserta lomba balap karung antar sekolah seprovinsi. Tapi, Andi emang
bener-bener mogok. Nggak mood sama sekali untuk berangkat sekolah. Rasanya
melihat seragam sekolah, bagaikan melihat serbet dapur yang udah bau bin dekil
gara-gara seminggu nggak dicuci, alias memuakkan! Tak peduli ibunya yang sudah
mulai berteriak dan mengomel panjang-pendek di depan kamar, Sandra malah
memasang headset hp-nya dan mulai mendengarkan musik sambil bernyanyi.
Pernah merasakan hal seperti ini? Pasti pernah
kayaknya ya Sob. Bete sampe ke ubun-ubun dan rasanya males banget melakukan hal
yang harus kita lakukan. Yang itu lagi-yang itu lagi. Rasanya dunia nggak
berubah warna dan membebani hati. Kalau yang gini sampai lama mengendap, bisa
kacau-beliau semua urusan kita.
Nah, yang kayak gini juga pernah menghinggapi
shahabat Rasulullah yang bernama Abu Umamah. Abu Umamah duduk dengan air muka
yang lesu di dalam masjid, padahal ketika itu biasanya seluruh penduduk Madinah
sedang berada dalam kesibukan, baik bertani, berdagang, maupun mengurus
keperluan rumah tangga. Rasulullah kemudian bertanya ada apakah gerangan dengan
shahabat tersebut. Abu Umamah kemudian mengatakan pada Rasulullah bahwa ia
dalam keadaan yang sangat berat, gelisah, juga terlilit hutang.
Rasulullah SAW kemudian mendekati shahabatnya
tersebut dan berkata, “Bukankah aku telah mengajarkanmu sebuah ucapan yang bila
kamu mengucapkannya maka Allah akan menghilangkan kesedihan dan melunaskan
hutangmu?”
Mau tahu, apa yang pernah diajarkan Rasulullah
kepada shahabatnya? Nah, inget-inget ya Sobat. Jangan lupa kayak shahabat Rasul
yang satu ini. Nah, ini dia nih doa yang pernah diajarkan Rasulullah SAW, “Ya
Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesedihan dan kesusahan,
berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, berlindung kepada-Mu dari
kebakhilan dan ketakutan, dan berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang dan
tekanan orang” (HR Abu Daud).
Doa ini diajarkan Rasulullah untuk diucapkan
setiap pagi dan petang. Hasilnya… beberapa waktu kemudian, Abu Umamah telah
kembali terlihat cerah-ceria dan mengaku bahwa semua kesulitannya telah hilang.
Nah, doa ini tentu manjur juga buat kita untuk mengobati
penyakit malezz, bête, galau, gelisah, dan kawan-kawannya. Kalau kamu tiba-tiba
kena rasa malezz trus bête yang bikin mogok nggak bergerak, maka bacalah doa
ini sekhusyu’ yang kamu bisa. Terutama di pagi hari dan petang hari. Pagi,
waktu di mana seharusnya kita seoptimal mungkin bergerak dan sore, waktu di
mana biasanya kelelahan sudah mulai hinggap. Doa ini adalah jembatan bagi kita
untuk meminta perlindungan kepada-Nya dari rasa malas dan kejenuhan yang kadang
nggak bisa kita selesaikan sendiri. Juga doa, agar segala urusan kita
dimudahkan dan terhindar dari segala bentuk bencana.
Insya Allah, bête dan malas yang menyergap
bakalan hilang. Sebagai pencegahan, nggak ada salahnya, doa ini kita baca juga
setiap pagi dan petang. Agar semangat untuk melakukan yang terbaik selalu full
dan kita selalu terjaga dari setiap kesulitan yang tidak mampu kita atasi. Sip
‘kan?
[Anis/voa-islam.com]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar